• Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.
  • Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.
  • Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.

0 Final Destination of The Smiling General

Sunday, January 27, 2008 Tags:

IN MEMORIAM H.M SOEHARTO
(8 Juni 1921-27 Januari 2008)

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun…
Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun…..
Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun…….

Setelah dirawat inap selama 24 hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, akhirnya hari ini, Minggu 27 Januari 2008, tepatnya jam 13.10 siang beliau telah berpulang ke Rahmatullah pada usia 86 tahun. Beliau meninggal setelah mengalami kegagalan multi-organ, dimana beberapa jam sebelumnya tekanan darah beliau sempat turun.

Beberapa menit setelah wafatnya Pak Harto, putri tertua beliau Hj. Siti Hardianti Roekmono alias Mbak Tutut didampingi tim dokter kepresidenan langsung menggelar konferensi pers di Auditorium RSPP, Mbak Tutut juga meminta permohonan maaf dari seluruh rakyat Indonesia atas kesalahan-kesalahan Pak Harto semasa hidupnya sebagai penguasa RI. Pengusaha Probosutedjo (adik tiri Pak Harto) dikabarkan mendapat izin khusus untuk meninggalkan LP Sukamiskin Bandung, untuk melayat Pak Harto. Pemerintah langsung manyatakan keadaan berkabung bagi Indonesia, sekaligus instruksi pada seluruh departemen di dalam dan luar negeri untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari mulai hari ini.

Rumah Sakit Pusat Pertamina langsung dipadati ratusan wartawan yang akan meliput berita meninggalnya mantan orang tertinggi di negeri ini tersebut. Polri dan TNI juga menerjunkan pasukan guna mengamankan prosesi pemindahan jenazah dari RSPP menuju Jalan Cendana. Ribuan orang juga memadati Jalan Cendana untuk berusaha melihat jenazah dari dekat sekaligus mendoakan arwah beliau.

Setelah disemayamkan di rumah duka Jalan Cendana, jenazah direncanakan akan dishalatkan di Masjid At-Tiiin. Untuk kemudian diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusumah menuju Bandara Adi Sumarmo, Solo. Pak Harto akan dimakamkan di kompleks pemakaman Astana Giribangun sesuai wasiat beliau, disamping makam Ibu Tien Soeharto. Sebelumnya di kompleks ini sudah ada makam Ayahanda dan Ibunda dari Ibu Tien Soeharto, serta makam kakak Ibu Tien. Di tempat ini pula telah disediakan cungkup makam yang kelak akan ditempati putra-putri Pak Harto.

Direncanakan Wapres Jusuf Kalla akan memimpin upacara di Bandara Adi Sumarmo, sedangkan upacara pemakaman di Astana Giri Bangun akan dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hingga saat ini dilaporkan pihak AU akan menyediakan 11 pesawat Hercules untuk keperluan pengangkutan jenazah beserta rombongan pengiring di Bandara Halim Perdanakusumah, sedangkan pihak PT. KAI sudah menyiapkan gerbong eksekutif khusus untuk mengangkut rombongan dari Jakarta yang tidak kebagian kursi pesawat menuju Solo.

Dari dulu perawatan kesehatan Pak Harto selalu dilakukan di dalam negeri, entah karena beliau lebih percaya pada dokter dalam negeri atau karena beliau takut akan lawan-lawan politiknya. Satu-satunya perawatan di luar negeri adalah pada tahun 1996 saat Pak Harto memeriksakan jantungnya di Jerman, dimana tim dokter menyatakan kesehatan beliau dalam keadaan baik-baik saja.

The Smiling General, begitulah banyak orang menyebutnya karena senyumannya yang memang khas. Bapak Pembangunan yang pernah berkuasa selama 32 tahun di negeri ini, dikenal pula sebagai seorang diktator dimana konsepsi peta politiknya kerapkali disandingkan dengan peta politik Jawa-Mataram. Tak dapat dipungkiri memang, bahwa beliau meninggal dengan iringan pro dan kontroversi yang mengirinya, terutama menyangkut kasus hukum yang dianggap belum seratus persen rampung. Rumor menyebutkan bahwasannya 10 tahun sebelum Pak Harto lengser, Bu Tien Soeharto pernah menyarankan pada Pak Harto untuk mundur dari kursi presiden. Jika saat itu Pak Harto benar-benar melepaskan jabatannya, mungkin beliau akan mundur dengan posisi terhormat (Wallahu a’lam).

Soeharto kecil memang lahir dari keluarga petani, namun karir politiknya begitu gemilang, yang diawali dari suksesnya karir militer beliau. Mulai dari masuk tentara KNIL (Belanda), PETA (Jepang), hingga TKR (sekarang TNI). Mulai dari pangkat Kopral, Komandan Peleton, sampai perwira tinggi.

Pada periode jabatannya banyak sekali program yang menuai kontroversi pada awalnya namun berhasil pada akhirnya. Sebut saja program Kredit Usaha Tani, pembangunan Waduk Kedung Ombo, pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (kompleks TMII) dan Taman Buah Mekarsari yang diprakarsai Ibu Tien Soeharto. Kesemuanya dianggap hanya membuang-buang duit pada awalnya, namun ternyata sukses dan menuai banyak pujian. Yayasan Dharmais yang telah banyak mengusahakan pengobatan dan operasi gratis bagi ribuan warga kurang mampu dan para veteran, Yayasan Supersemar yang menggelontorkan milyaran rupiah untuk beasiswa-beasiswa demi peningkatan mutu pendidikan rakyat Indonesia, juga tak luput dari sorotan publik karena dinilai penuh dengan praktik-praktik korupsi.

Sungguh ironis, seperti halnya mantan presiden Ir. Soekarno yang pada awal menjadi presiden selalu dielu-elukan, tapi dicerca di akhir jabatannya. Sedemikian juga dengan Pak Harto, yang sekarangpun disaat beliau sudah wafat, masih juga diungkit-ungkit segala kekhilafannya, tanpa memandang jasa-jasa yang begitu besar pada negeri ini.

Selamat jalan Bapak Pembangunan!. Ratusan bahkan ribuan kontroversi yang mengiringi kepergianmu takkan sebanding dengan jutaan doa tulus dari rakyat Indonesia yang begitu bangga engkau telah dilahirkan di negeri ini. Bangsa ini telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Semoga peran besarmu bagi bangsa ini tetap diingat sebagai mozaik terindah di tanah air Indonesia, dikenang sebagai figur yang begitu mengayomi rakyat tanpa melupakan segala kesalahannya sebagai bagian dari proses pembelajaran di kemudian hari.

Wallahu a’lam bisshawwab…
Read more

0 Renang Bareng

Friday, January 18, 2008 Tags:
seger banget habis renang ma qnd, agng, n' mazteur di Pool UNY... lagian dh lama jg Gw gk renang. awalnya sih Gw ogah2an (gy bokek), stlh dipaksa-paksa, ditarik-tarik akhirnya Gw ikut jg dibayarin mazteur...
Read more

everythin' will be.. will be...

Saturday, January 12, 2008 Tags: ,
banyak yg berubah semenjak Gw, qndy, n' shry balik dr Lampung, semuanya seakan tak pernah terbayangkan sebelumnya....

Gw sendiri terombang-ambingkan oleh masalah yg gk seharusnya Gw pikirin, dan itu pula yg membuat semuanya semakin meruncing dengan sendirinya. memang hari-hari kemarin Aku seakan tak peduli dengan masalahKu sendiri, yg Aku pikirkan hanyalah bagaimana sebaik mungkin topengKu tak tersentuh sedikitpun oleh pandangan orang lain...

jujur Gw muak dengan lingkungan Gw sendiri, hingga Gw tergelincir dalam jurang terdalam yang Gw sebut "kemunafikan". orang dekat yg makin lama makin membuat Aku terjerembab dalam tempurungKu sendiri. orang dekat yg mau nggak mau membuatKu terseret dalam lingkarannya, orang dekat yg (mungkin) gk mau Aku berkembang sesuai kapabilitas gw, orang dekat yg memaksaKu menikmati segala apa yg sebenarnya gk pernah Aku ingini...
Read more
 
bluevirgin23 © 2011 | designed by blogger hacks | blogger template by colorizetemplates