0 Me, Myself, and I #4
Friday, July 25, 2008
Tags:
serikat pikiran
Aku bisa tertawa sendiri di depan cermin
dengan sepuas gelak tawa sinis
dengan melihat bayanganKu sendiri seolah lelucon
lelucon yang mungkin tak Kusadari saatKu pada posisiKu sebagai orang pertama,
ketololan yang mungkin pula tak disadari olah bentukKu sebagai orang kedua
tapi bisa Kulihat sepuas ini
saat Aku sebagai orang ketiga
tetap dengan tawa sinisKu sendiri
lain waktu dengan cermin yang sama
dan tetap Aku sebagai bayangannya
keibaan yang hadir saat ini benar-benar nyata
bahkan dengan satu mata tertutup sekalipun
keibaan pada bayanganKu yang terlihat lemah
pada diriKu yang sebegitu bodohnya menampung tiap belas kasihan orang,
seorang pengemis yang menengadahkan tangannya
pada sosok-sosok yang lewat di hadapannya...
terkadang pula Aku melihat diriKu sendiri layaknya aktor
yang setiap derap langkahnya disertai desingan kata-kata dusta yang keluar dari mulutKu
mulutKu sebagai orang pertama
bukan keterpaksaan yang mendorong Aku sebagai orang pertama untuk berdusta
tapi mungkin itulah yang selalu ingin diperbuat oleh Aku sebagai orang pertama
dan saat ini pula Aku sebagai orang kedua merasa gagal
gagal mengingatkan Aku sebagai orang pertama untuk menjadi dirinya sendiri
untuk menyadari bahwa diriKu berharga
image source: yaumaidea.blogspot.com
0 Me, Myself, and I #3
Tags:
serikat pikiran
sedalam birunya laut
demi seisi alam sesungguhnya Aku berpikir
selayaknya sebagai tempatKu sekarang
tempatKu sebagai orang kedua
sungguh sulit bagiKu di posisi ini
antara Aku sebagai orang pertama
dan Aku sebagai orang ketiga
dihadapkan pada dua posisi yang sama sekali berseberangan
pada kondisi yang mungkin kontras
antara satu dengan yang lain
sejernih birunya langit
sejernih pula harus berpikir untuk tetap pada posisiKu
karena di sinilah kontrol diri atas keegoanKu sebagai orang pertama
kegagalan bukan sekali dua kali
karena seringkali output yang muncul sama sekali berbeda
dengan dasar pemikiranKu sebagai orang pertama
maupun kontrol orang kedua
jauh sekali dari tempatKu berdiri sekarang
Aku sebagai orang ketiga tertawa sekerasnya
melihat kegagalanKu sebagai orang kedua
bahkan Dia ('Aku' sebagai orang ketiga) dengan begitu beraninya
memperolokKu dengan seluruh kata-kata kotor yang dimilikinya
image source: ryannardillaa.blogspot.com








