Cerita Seorang Sahabat
Wednesday, November 23, 2011
Tags:
inspirasi,
serikat hati,
serikat pikiran
setidaknya moriil aku masih ada, dan kalaupun memang tidak ada, harus tetap seolah ada... tidak beres, aku tidak dibodohkan oleh perasaan dia, tapi oleh perasaan aku sendiri
dalam keadaan yang seperti ini-pun aku merasa masih ada yang tidak beres dengan kondisi seperti ini, tidak menampik keadaan bahwa dari sekian lama selang berjalannya waktu, tetap ada sedikit benih rasa aneh yang semakin lama mungkin akan semakin membesar
oke, awalnya aku mengenal dia sebagai sosok yang merindukan masa remajanya yang seolah terampas oleh aturan-aturan yang serba mengikat, dan saat ini dengan statusnya yang resmi di sisi orang, tak seharusnya dia bertindak dan berpikir layaknya remaja belasan tahun seperti lingkungan yang dekat dengannya selama ini
aku merasa bersalah dengan keadaan ini, dengan keadaan yang seharusnya tidak sedemikian ini, lama berselang dan puncak rasa bersalah itu bukan di saat kebersamaan di ranjang itu, tapi justru di saat ada beberapa poin dari obrolan kami yang membuat aku justru semakin berasa bersalah dengan kebersamaan ini...
ironisnya ada orang lain yang merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, baik orang di sampingku maupun orang yang 'berhak penuh' atas dirinya
setidaknya waktu akan tetap berjalan dan mengalir sedemikian adanya, tapi tetap harus ada rambu-rambu yang harus kupatuhi, harus ada aturan dalam hubungan ini yang harus kuterapkan, karena aku masih punya moriil
aku sayang pada setiap orang yang deket denganku, tapi harus ada pembeda antara satu orang dan satu orang yang lain...
*cerita seorang sahabat
dalam keadaan yang seperti ini-pun aku merasa masih ada yang tidak beres dengan kondisi seperti ini, tidak menampik keadaan bahwa dari sekian lama selang berjalannya waktu, tetap ada sedikit benih rasa aneh yang semakin lama mungkin akan semakin membesar
oke, awalnya aku mengenal dia sebagai sosok yang merindukan masa remajanya yang seolah terampas oleh aturan-aturan yang serba mengikat, dan saat ini dengan statusnya yang resmi di sisi orang, tak seharusnya dia bertindak dan berpikir layaknya remaja belasan tahun seperti lingkungan yang dekat dengannya selama ini
aku merasa bersalah dengan keadaan ini, dengan keadaan yang seharusnya tidak sedemikian ini, lama berselang dan puncak rasa bersalah itu bukan di saat kebersamaan di ranjang itu, tapi justru di saat ada beberapa poin dari obrolan kami yang membuat aku justru semakin berasa bersalah dengan kebersamaan ini...
ironisnya ada orang lain yang merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, baik orang di sampingku maupun orang yang 'berhak penuh' atas dirinya
setidaknya waktu akan tetap berjalan dan mengalir sedemikian adanya, tapi tetap harus ada rambu-rambu yang harus kupatuhi, harus ada aturan dalam hubungan ini yang harus kuterapkan, karena aku masih punya moriil
aku sayang pada setiap orang yang deket denganku, tapi harus ada pembeda antara satu orang dan satu orang yang lain...
*cerita seorang sahabat








2 komentar:
ini bercerita tentang sahabat yak...? sepertinya sahabat yang berlainan jenis kan..?? #Coba menebak.. Follow is done #23 salam kenal Sobat.. :)
hehehehe iyah kali yah... anyway thx udh mampir di blog sederhana ini
^_^
Post a Comment