God is an Architect
Wednesday, December 07, 2011
Tags:
inspirasi,
serikat pikiran
bilamana ketika pagi yang indah ini harus terampas keserakahan sang matahari, egoKu mulai menjalar ke setiap inchi tubuh, memaksaKu melakukan hal yang sama sekali di luar batas kewajaran dan buah pikirKu, lalu Kuputuskan berteduh kembali di balik selimut biruKu sambil makan roti, dan sesekali terhembus ruah asap nikotin...
Oh Dear God, YHWH, EL, Allah, Tuhan dan dewa2 di langit maupun di bumi...
kenapa Kau ciptakan panas sedemikiannya tanpa setitik embun di dalamnya?
cc: untuk mereka yang tersesat berputar-putar tanpa arah dan kembali ke titik itu juga di antara puing-puing peradaban kota, mereka yang terjebak di lubang-lubang hitam hitam terseret arus dan tak tahu dimana ujungnya, mereka yang tak tahu dimana arah matahari akan terbit lalu enyah lagi... just come back home to settle down, n hug ur ma, boy...







0 komentar:
Post a Comment